
Jokingly about autism yang terlontar di ruang publik seperti sepenggal kalimat di atas bagi saya atau kamu mungkin terdengar biasa saja. Tapi tanpa saya sadari daily jokes seperti ini telah menyakiti hati sepupu saya yang tengah berjuang keras mengobati buah hatinya yang mengidap autis.
Istilah ‘autis’ memang kian marak merebak luas di berbagai kalangan, tapi parahnya malah dikonotasikan negatif. Kalimat ‘dasar autis loe..’ dijadikan bahan lelucon di berbagai tayangan di televisi. Bahkan istilah ‘autisme’ pun dianalogikan sebagai ketidakberesan pemerintah dan partai politik. Hal ini tentu saja memicu rasa keprihatinan komunitas autisme.
Tak dipungkiri, itu semua dampak dari masih rendahnya empati dan minimnya pengetahuan masyarakat tentang autis. Lalu, sebenarnya autis itu apa sih?
Autis adalah gangguan perkembangan otak pada anak yang berakibat tidak dapat berkomunikasi dan tidak dapat mengekspresikan perasaan dan keinginan sehingga perilaku hubungan dengan orang lain terganggu. Sedang istilah autisme diartikan sebagai sikap cuek, acuh tak acuh, dan masa bodoh, yang mengacu pada konotasi negatif.
Autis not a joke! Apa yang jadi kelemahan kita bukanlah hal yang layak dijadikan bahan lelucon. Tumbuhkan empati, tempatkan diri kita seandainya kita seperti mereka. Penyandang autis tak pernah meminta dilahirkan dalam kondisi penuh keterbatasan. Sama seperti saya, kamu atau siapapun, mereka juga mendamba kehidupan yang normal.
So with all this being said, stop using word ‘autis’ in your daily joke!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar